Seni yang Memberi Kontribusi

Untuk bisa lebih memahami apa maksud saya mengenai seni yang berkontribusi kepada perbaikan kehidupan sosial dan bagaimana seorang seniman seharusnya bersikap alam berkarya, berikut saya sajikan tulisan lama saya:

“Music is What I do, being a Human is who I am”

Itu quote dari Herbie Hancock…salah satu musisi jazz yang sepertinya cukup ternama..saya gunakan kata cukup, karena jujur aja, sebelum tadi baca quote-nya dan kemudian search di google, I’ve never heard his name 🙂 But anyway, saya ga akan nulis tentang beliau, tapi tentang Thom Yorke dan sebuah diskusi antar fans yang meresponi berita tentang dirinya.

Bulan lalu, majalah Rolling Stone memilih Thom sebagai rocker yang paling ramah lingkungan. Dan seperti biasa, tidak ada satu hal pun di muka bumi ini yang tidak menimbulkan pro dan kontra. Dalam situs At Ease, beberapa fans pun menyampaikan pendapatnya mengenai “penghargaan” yang diterima Thom tersebut. Sebagian menyatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan yang Thom suarakan selama ini tidak perlu dilakukannya. Mereka menyukai karya musik yang dihasilkan Thom, tapi tidak dengan aksinya mendukung upaya pencegahan perusakan lingkungan hidup yang lebih parah lagi.

Sedangkan, sebagian lagi menyatakan dukungan mereka terhadap Thom sebagai eco-friendliest rocker. Salah satu diantaranya menulis seperti ini: “Thom Yorke is not just a musician, he’s also a human, fortunately happens to care more then you. How can you separate his works and his value, his works is in his value, his value is in his works.” Dan kemudian dia menutup argumennya dengan quote dari Mr. Herbie di atas.

Well, dalam hal ini saya setuju dengan para fans yang pro terhadap aktivitas eco-friendly yang dilakukan oleh Thom. Tapi yang saya perhatikan, isu sesungguhnya adalah bagaimana orang seharusnya bersikap terhadap suara/pandangan/keyakinan/tindakan yang dilakukan oleh musisi favoritnya di luar/di dalam karya seni yang mereka hasilkan. Terhadap hal ini, berikut pendapat saya:

1. Sebagaimana manusia lainnya, para musisi tentu punya pandangan terhadap berbagai hal yang ada di dunia ini. Kebetulan mereka adalah orang-orang terkenal, sehingga pandangan atau pendapatnya akan dengan mudah diketahui oleh seluruh dunia melalui media. Kadang kita bisa setuju dengan mereka, kadang juga tidak. Tapi, siapa kita mau membatasi atau ngelarang orang lain punya opini, filosofi atau keyakinan terhadap sesuatu?

2. Sebagai penikmat musik, saya tetap mendengar dan menikmati karya musisi yang ga pusing soal lingkungan hidup, perang atau masalah sosial lainnya. Tentu saja sepanjang musiknya sesuai dengan frekuensi telinga dan hati saya :p

APALAGI, jika sang musisi punya atensi/sikap nyata terhadap isu sosial, saya akan semakin jatuh cinta terhadap mereka. Karena sebagai orang terkenal dengan kepedulian sosial yang tinggi, tentu mereka punya potensi advokasi yang besar untuk meluruskan pemerintah dan menyadarkan masyarakat tentang hal-hal yang tak berjalan sebagaimana mestinya. Orang lalu khawatir jangan sampai mereka menjadi alat kampanye oleh sebagian pihak, tapi saya sendiri ga terlalu khawatir soal itu. Karena saya yakin bahwa value yang mereka pegang adalah murni.

Alasan lain yang lebih personal adalah mereka meyakinkan saya terhadap pandangan yang saya anut: bahwa setiap orang-dalam kapasitasnya masing-masing-wajib berkontribusi terhadap perbaikan kehidupan sosial. Yah, alasan ini memang sedikit egois :p

Dan begitulah mengapa saya semakin mengagumi Radiohead, The Beatles, Rage Against The Machine, Iwan Fals dan Efek Rumah Kaca.

Untuk menutup, saya kutip langsung tulisan di Rolling Stone mengenai eco-friendly musicians, khususnya bagian Thom Yorke:

“Plastic anything is like contraband,” the band Liars wrote about touring with Radiohead. “Every bus and truck runs on biofuel. There is no idling, rather some new-fangled way to deliver electricity cleanly. They don’t do airfreight, either. The list goes on. Everything is supremely managed to reduce the ‘footprint.'” Instead of flying their gear, singer Thom Yorke insisted on buying two sets of equipment and at one point even threatened to quit touring altogether, citing environmental concerns. But instead of hanging it up, the band worked to green their tours and support climate change awareness campaigns like Friends of the Earth. Though Yorke refused to meet with former British Prime Minister Tony Blair to discuss the environment, citing his lack of “environmental credentials,” he’s similarly critical of himself. “I haven’t done enough,” he told an Australian newspaper in 2006. “The job I’m in is a job that wastes energy left, right and centre. It’s madness.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s