Siapa yang Berhak Mewakili Orang Miskin?

Beberapa hari lalu, Pak Goenawan Mohamad bertanya, “Siapa sebenarnya yg sah mewakili orang miskin? Tidak mungkinkah mereka sendiri yg bicara? Can’t the subaltern speak?” 
Orang sekaliber Pak GM tentu sedang tidak bertanya untuk mencari jawaban. Dia sangat tahu kalau orang miskin bisa bicara mengatasnamakan diri mereka sendiri.
Namun Pak GM tentu juga tahu bahwa dalam realitasnya orang miskin perlu didampingi dalam berbicara. Kenapa? Ya karena mereka yang paling mungkin ditindas haknya. Mereka yang paling sulit mengakses layanan dasar kesehatan dan pendidikan. Mereka juga paling jauh dari lingkaran kekuasaan. Sederhananya mereka teriak sekalipun belum tentu didengar. Sebaliknya ada kelompok yang baru batuk ehem-ehem saja sudah bergerak para pelayan.
Lalu kembali ke pertanyaan Pak GM, siapa yang layak mewakili orang miskin? Menurut pendapat saya, pertama dan terutama ya pemerintah dan DPR. 
Selain karena itu sudah wajib hukumnya, dari segi infrakstruktur mereka yang paling lengkap instrumennya. Mekanisme juga sudah ada. Musrenbang misalnya. Namun, pertanyaannya adalah apakah hal tersebut sudah berjalan sebagaimana mestinya? Di beberapa tempat sudah, di tempat lain belum.
Oleh karenanya, jika ada kelompok lain yang mau mewakili, ikut mendampingi, kalau menurut saya ya boleh saja. Dan berdasarkan pengalaman sebenarnya siapa pun boleh dan bisa. LSM, tokoh agama, penulis, pengusaha. Siapapun boleh dan bisa. 
Orang sekaliber Pak GM tentu sedang tidak bertanya untuk mencari jawaban. Sebagaimana dia cuitkan beberapa hari kemudian: “Siapa yg sah mewakili orang miskin? Ahok? Yusril? Pemda? LSM? Media? Penulis Twitter spt saya? Pertanyaan ini perlu. Agar rendah hati.”
Oh, maksudnya supaya mereka yang mewakili rendah hati toh. Sepakat, Pak. Tapi menurut saya yang lebih diperlukan adalah bukan cuma rendah hati tapi benar-benar beraksi sebagaimana mestinya dalam mewakili atau mendampingi orang miskin.
Karena sebelum sampai ke persoalan rendah hati atau tinggi hati, harus jelas dulu konsistensi perbuatannya dalam mewakili atau mendampingi orang miskin. Demikian menurut pendapat saya dan saya sedang berbicara mewakili diri sendiri 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s